The Rufidz Indonesia
  • TENTANG KAMI
    • Sejarah
    • Visi & Misi
    • Program
    • Struktur Organisasi
    • Peserta Didik
    • Alamat
  • PENDIDIKAN
    • Landasan
    • Kepengasuhan
    • Metode Pengajaran
    • Usia Dini
    • KPM-Pro
    • Kelas Masyarakat
    • Beasiswa
  • TA’AWUN
NEWS
No Result
View All Result
The Rufidz
News

10 Prinsip Penting Tentang Ibadah

Dr. Muhtar Arifin, Lc., M.H. by Dr. Muhtar Arifin, Lc., M.H.
10 August 2023
in Mutiara Salaf
411
A A
0
a lighthouse in the middle of a body of water
Bagikan Ke FacebookBagikan Ke Whatsapp

Beribadah kepada Allah adalah menjadi tujuan utama dari penciptaan manusia di dunia ini. Allah – Ta’ala – berfirman,

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku”. (QS. Adz-Dzariyat: 56).

Dalam Majmu’ Fatawa (VIII/52), Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah membawakan atsar berikut ini berkaitan dengan ayat tersebut, Dari Mujahid, beliau berkata bahwa makna ayat itu adalah

لِآمُرَهُمْ وَأَنْهَاهُمْ

“Agar Aku bisa memerintah dan melarang mereka”. Demikian juga diriwayatkan dari Rabi’ bin Anas, beliau berkata,

مَا خَلَقْتهمَا إلَّا لِلْعِبَادَةِ

“Tidaklah Aku menciptakan keduanya melainkan untuk beribadah”.

Berkaitan dengan ibadah ini, ada beberapa prinsip yang sudah sepantasnya setiap muslim berpegang kepadanya. Apa di antara prinsip-prinsip tersebut?

  1. Ibadah Memiliki Cakupan yang luas.

Kata ibadah memiliki makna dan cakupan yang luas. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata dalam Majmu’ Fatawa (X/149),

الْعِبَادَةُ  هِيَ اسْمٌ جَامِعٌ لِكُلِّ مَا يُحِبُّهُ اللَّهُ وَيَرْضَاهُ مِنَ الْأَقْوَالِ وَالْأَعْمَالِ الْبَاطِنَةِ وَالظَّاهِرَةِ

“Ibadah adalah sebutan yang mencakup segala sesuatu yang dicintai dan diridhai oleh Allah berupa perkataan dan perbuatan yang nampak dan yang tidak nampak”.

  1. Perlunya dua perkara dalam setiap ibadah.

Setiap ibadah membutuhkan dua perkara, yaitu ikhlash dan mutaba’ah. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin berkata dalam Asy-Syarhul Mumti’ (II/7),

كُلُّ عِبَادَةٍ لَا بُدَّ فِيْهَا مِنْ إِخْلاَصٍ تَتَضَمَّنُهُ شَهَادَةُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ، وَمُتَابَعَةٍ تَتَضَمَّنُهُ شَهَادَةُ أَنَّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللهِ

“Setiap ibadah harus terdapat di dalamnya keikhlasan yang dikandung oleh syahadat Laa Ilaaha Illallah dan mutaba’ah (mengikuti tuntunan Nabi – Shallallahu ‘alaihi wasallam -) yang dikandung oleh syahadat Anna Muhammadan Rasulullah”.

  1. Semua gerakan yang dapat mendekatkan diri kepada Allah adalah termasuk dzikrullah.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin berkata,

كُلُّ حَرَكَةٍ تُقَرِّبُ إِلَى اللهِ فَهِيَ مِنْ ذِكْرِ اللهِ

“Setiap gerakan yang mendekatkan kepada Allah adalah termasuk  dzikrullah”. (Durus Fatawal haramain, III/241,  sebagaimana dalam Qawa’id Min Muallafatil ‘Allamah Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, hlm. 50).

  1. Jika suatu ibadah datang dalam berbagai bentuk.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin berkata,

إِذَا جَاءَتِ الْعِبَادَةُ عَلَى وُجُوْهٍ مُتَنَوِّعَةٍ فَإِنَّ هَذِهِ الْوُجُوْهَ كُلَّهَا جَائِزَةٌ، بَلْ إِنَّ الْأَفْضَلَ أَنْ يُفْعَلَ هَذَا تَارَةً وَهَذَا تَارَةً.

“Apabila suatu ibadah datang (dari Nabi – Shallallahu ‘alaihi wasallam-) dalam bentuk-bentuk yang bermacam-macam, maka semuanya boleh dilakukan, bahkan yang lebih utama adalah terkadang melakukan yang ini, dan terkadang melakukan yang ini” (Fatawa Nur ‘Alad Darb, IV/461 sebagaimana dalam Qawa’id Min Muallafatil ‘Allamah Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, hlm. 50).

Sebagai contoh dari prinsip ini adalah dalam mengangkat tangan saat shalat, terkadang mengangkat tangan lalu membaca takbir. Terkadang mengangkat tangan bersamaan dengan membaca takbir. Terkadang takbir terlebih dahulu lalu baru mengangkat tangan. (Sifatu Shalatin Nabi – Shallallahu ‘alaihi wasallam, Syaikh Al-Albani, hlm. 87).

  1. Ibadah yang berkaitan dengan ampunan.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin berkata,

كُلُّ عِبَادَةٍ رُتِّبَ عَلَيْهَا مَغْفِرَةُ الذَّنْبِ بِدُوْنِ تَقْيِيْدٍ فَيَجِبُ أَنْ تُقَيَّدَ باِلصَّغَائِرِ.

“Semua ibadah yang dapat mendatangkan ampunan tanpa ada batasan, maka harus dibatasi dengan (pengampunan dari) dosa-dosa kecil”. (At-Ta’liq ‘Alal Muntaqa, I/101 sebagaimana dalam Qawa’id Min Muallafatil ‘Allamah Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, hlm. 51). Contohnya adalah pahala puasa Arafah adalah sebagai penghapus dosa. Dosa yang dimaksud adalah dosa-dosa kecil.

 

  1. Tasyabbuh dengan hewan ketika ibadah.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-UTsaimin berkata,

الشَّارِعُ قَدْ نَهَى عَنِ التَّشَبُّهِ بِالْحَيَوَانِ مُطْلَقًا لَا سِيَّمَا فِي الْعِبَادَةِ.

“Dzat pembuat syariat telah melarang tasyabbuh (menyerupai) binatang secara mutlak, lebih-lebih dalam hal ibadah”. (At-Ta’liq ‘Alal Muntaqa, I/302 sebagaimana dalam Qawa’id Min Muallafatil ‘Allamah Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, hlm. 51).

  1. Ibadah yang berkaitan dengan sebab tertentu.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin berkata dalam Asy-Syarhul Mumti’, (V/190).

أَنَّ كُلَّ عِبَادَةٍ مَقْرُوْنَةٍ بِسَبَبٍ إِذَا زَالَ السَّبَبُ زَالَتْ مَشْرُوْعِيَّتُهَا

“Bahwa setiap ibadah yang berkaitan dengan suatu sebab, apabila sebabnya telah hilang maka tidak disyariatkan (untuk dilakukan)”. Contohnya shalat kusuf, jika telah hilang gerhananya, maka tidak disyariatkan melakukan shalat gerhana.

  1. Meyakini bahwa tidak dapat beribadah kecuali dengan pertolongan Allah.

Ketika seorang hamba beribadah hendaknya selalu mengingat bahwa ia tidak mampu melakukan ibadah apapun melainkan dengan pertolongan dari Allah.

عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ رضي الله عنه: أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – أَخَذَ بِيَدِهِ يَوْماً ثُمَّ قَالَ: ((أُوْصِيْكَ يَا مُعَاذُ أَلَّا تَدَعَنَّ دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ أَنْ تَقُوْلَ: اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ، وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ)).

Dari Mu’adz bin Jabal – Radhiyallahu ‘anhu – bahwa Rasulullah – shallallahu ‘alaihi wasallam – memegang tangannya pada suatu hari, kemudian bersabda kepadanya, “Aku berwasiat kepada Mu, wahai Mu’adz, janganlah engkau sekali-kali meninggalkan di penghujung setiap shalat membaca, “Ya Allah, berikanlah pertolongan kepadaku untuk dapat mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu dan memperbaiki ibadah kepada-Mu”. (HR. Abu Dawud dan Nasa-i, dan Syaikh Al-Albani mengatakan, “Shahih” dalam Shahih Targhib wa Tarhib, no. 1596).

  1. Seorang ahli ibadah tidak dibolehkan meremehkan orang yang terlihat kurang dalam ibadahnya.

Syaikh Masyhur Hasan Al-Salman berkata dalam Min Qishashil Madhin (hlm. 283),

يَجِبُ عَلَى الْعَابِدِ الطَّائِعِ أَنْ لَا يَحْتَقِرَ أَحَدًا مِنَ الْمُقَصِّرِيْنَ الْمُذْنِبِيْنَ، وَأَنْ لَا يَنْظُرَ إِلَيْهِمْ بِعَيْنِ الْاِزْدِرَاءِ، وَأَنْ لاَ يَنْظُرَ إِلَى نَفْسِهِ بِعَيْنِ التَّعْظِيْمِ وَالْكِبْرِ وَالْعُجْبِ، فَإِنَّ ذَلِكَ مِنْ مُوْجِبَاتِ الْهَلَاكِ وَالضَّلاَلِ

“Seorang hamba yang taat wajib untuk tidak meremehkna seorangpun yang kurang (dalam beribadah) lagi berdosa, tidak memandang mereka dengan pandangan meremehkan, dan tidak memandang dirinya sendiri dengan pandangan pengagungan, kesombongan dan ujub, karena hal tersebut akan dapat menjadikan dirinya celaka dan tersesat”.

  1. Batas akhir ibadah adalah kematian

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin berkata Majmu’ Fatawa Wa Rasail Syaikh Al-Utsaimin (XX/88)

اللهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى لَمْ يَجْعَلْ لِعِبَادَتِهِ أَمَدًا إِلَّا الْمَوْتَ

“Allah – Subhanahu wa Ta’ala – tidak menjadikan suatu batas (akhir) untuk beribadah kepada-Nya kecuali kematian” dasarnya adalah firman Allah,

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

“Sembahlah Rabbmu sampai datang kematian kepadamu”. (QS. Al-Hijr: 99).

Demikianlah di antara prinsip-prinsi penting dalam beribadah kepada Allah ta’ala. Mudah-mudahan Allah memberikan kepada kita semua istiqamah dalam ibadah kepada-Nya sampai akhir hayat. Amin.

 

Share237SendTweet148
Dr. Muhtar Arifin, Lc., M.H.

Dr. Muhtar Arifin, Lc., M.H.

Alumni S-1 Fakultas Syariah Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Bahasa Arab (LIPIA) Jakarta (lulus tahun 2007), S-2 Magister Hukum Ekonomi Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) (lulus tahun 2020), S-3 Program Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) (lulus tahun 2024).

Baca Juga

11 Peristiwa Di Bulan Rajab Dalam Sirah Nabawiyah

11 Peristiwa Di Bulan Rajab Dalam Sirah Nabawiyah

by The Rufidz
16 January 2025
0

Dalam muqaddimah As-Sirah An-Nabawiyyah Fi Dhauil Mashadiril Ashliyyah (I/13-14), Syaikh Mahdi Rizqullah menyebutkan sebuah atsar dari Imam Az-Zuhri – Rahimahullah...

Tanya Jawab Seputar Bulan Rajab

Tanya Jawab Seputar Bulan Rajab

by The Rufidz
3 January 2025
0

Berkaitan dengan bulan Rajab, tidak sedikit dari kaum muslimin bertanya-tanya. Di antara pertanyaannya adalah apa makna Rajab? Apa keutamaannya? Apa...

bokeh photography of open book

10 Kesabaran yang Dibutuhkan Penuntut Ilmu

by Admin
19 December 2024
0

Kesabaran adalah salah satu kebutuhan setiap hamba, termasuk penuntut ilmu. Nabi Musa – ‘Alaihissalam - pernah mengungkapkan azamnya yang kuat...

turned off laptop computer on top of brown wooden table

Pebisnis Yang Dipuji Allah

by Admin
14 December 2024
0

Dalam kehidupan sehari-hari jual beli adalah termasuk kebutuhan setiap orang. Dalam mencari nafkah, berbisnis adalah termasuk pekerjaan yang bermanfaat. Allah...

Next Post
a tall building with lots of windows in it

Doa Ketika Kehilangan Sesuatu

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Informasi PSB

Recommended

Update September 2023 Ta’awun Pembebasan Lahan Qur’an Learning Center 2

Update September 2023 Ta’awun Pembebasan Lahan Qur’an Learning Center 2

12 September 2023
turned off laptop computer on top of brown wooden table

Pebisnis Yang Dipuji Allah

14 December 2024
The Rufidz Indonesia

Rumah Tahfidz Islamic Character Building

The Rufidz Indonesia adalah yayasan yang bergerak di bidang dakwah, sosial dan pendidikan islam untuk jenjang anak anak.

© 2023 Therufidz.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
No Result
View All Result
  • TENTANG KAMI
    • Sejarah
    • Visi & Misi
    • Program
    • Struktur Organisasi
    • Peserta Didik
    • Alamat
  • PENDIDIKAN
    • Landasan
    • Kepengasuhan
    • Metode Pengajaran
    • Usia Dini
    • KPM-Pro
    • Kelas Masyarakat
    • Beasiswa
  • TA’AWUN

© 2023 Therufidz.com